Prolog
Ada
sebuah peristiwa dimana aku tahu,
semenjak
itu terjadi, aku tidak akan
lagi
menemukan sebuah pagi yang indah
Kau pasti tahu, namaku Sifa, dan
seperti harapan saat kedua orangtuaku memberi nama ini. Aku adalah orang yang
selalu bahagia dan ceria. Setidaknya aku telah mencobanya berulang kali. Seperti
hari ini, misalnya hari yang seharusnya menjadi kebahagiaanku ternyata berubah
menjadi hari yang tidak aku inginkan. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati
dan berubah menjadi perasaan aneh yang tidak bisa aku mengerti. Dan itu,
membuatku tampak begitu menyedihkan.
Satu hal yang telat aku sadari,
seharusnya perasaan ini tidak boleh kubiarkan terus menerus tumbuh di dalam
hati seperti ilalang yang tak terurus. Namun, entah kenapa aku malah membiarkannya
senantiasa tumbuh dan mengakar kuat sehingga mengisi seluruh rongga dadaku, dan
membuatnya menjadi belukar yang sangat menakutkan.
Aku
tak ingin sendirian.
Lalu, ada
suara yang membuatku berpaling. Suara yang terdengar begitu lembut, hangat dan
menyejukkan hati. “Sudahlah Sif, hapus air matamu itu. Aku tidak ingin melihat
air mata terjatuh di pipimu”. Aku menoleh dan menatap pemilik sorot mata itu.
Pemilik mata yang dipenuhi dengan luapan cinta yang sangat tulus. Cinta yang
mungkin tidak akan pernah kutemukan pada sosok yang lain.
Chapter
1
~
Datang lagi ~
Barangkali
banyak hal didunia ini yang memang selayaknya menjadi sebuah misteri saja.
Sebaiknya ada beberapa misteri yang tidak perlu dipecahkan. Hari ini aku tahu,
seharusnya kita jangan pernah bertemu lagi. Seharusnya kita tidak membicarakan
hal ini. Sebab sudah lama aku mengubur perasaan ini untukmu. Sekian lama juga
kita menjauh dan menghindari semua yang mungkin saja akan mengigatkanku pada
sosok dirimu. Dan setelah sekian lama, ternyata waktu bisa mengubahnya dengan
begitu cepat.
Ferdi,
seharusnya kita tidak usah bertemu lagi. Sudah seharusnya kau senang dengan
hidupmu dan aku senang dengan kehidupanku yang baru. Sudah seharusnya juga aku
menikmati apa saja yang telah kuperjuangkan sendiri. Namun, takdir berkata
lain. Hanya satu hal yang aku inginkan saat itu Ferdi, aku ingin punya hidup
yang baru. Lepas dari kehidupam seseorang yang tak menginginkanku lagi. Orang
itu adalah kau, Ferdi. Sahabatku pernah berbicara kepadaku “ Jika orang yang
kau cintai mengabaikanmu, bahkan mempermainkan perasaanmu. Sungguh dia tidak
layak untuk kau sedihkan dan kau miliki, sebab dirimu jauh lebih berarti.” Itu
adalah awal mula aku mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi didalam
kehidupanku. Aku memang harus melepaskanmu dan merelakan dirimu bahagia bersama
orang lain. Aku mencoba untuk menata dan merapihkan hidupku lagi. Mencoba
merakit hati yang pernah kau sakiti oleh sikapmu sehingga terluka. Aku tidak
akan membencimu, apalagi sampai menaruh dendam kepadamu. Aku tidak akan
melalukan kejahatan yang sama. Karena apa yang telah kamu lakukan kepadaku akan
kujadikan semuanya pelajaran untuk hidupku. Namun semenjak kau pergi, aku
merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupku. Aku merindukanmu. Namun darinya
aku belajar, bahwa mencintai orang yang mencintai kita jauh lebih baik dan
menyenangkan.
Tunggu lanjutan yang berikutnya ya teman-teman. Terimakasih
Di tunggu chapter selanjutnya , pasti bakal lebih menarik nih😍
BalasHapusDitunggu lanjutannya ☺
BalasHapus