Senin, 04 Maret 2019

Novel


Prolog

Ada sebuah peristiwa dimana aku tahu,
semenjak itu terjadi, aku tidak akan
lagi menemukan sebuah pagi yang indah

Kau pasti tahu, namaku Sifa, dan seperti harapan saat kedua orangtuaku memberi nama ini. Aku adalah orang yang selalu bahagia dan ceria. Setidaknya aku telah mencobanya berulang kali. Seperti hari ini, misalnya hari yang seharusnya menjadi kebahagiaanku ternyata berubah menjadi hari yang tidak aku inginkan. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati dan berubah menjadi perasaan aneh yang tidak bisa aku mengerti. Dan itu, membuatku tampak begitu menyedihkan.
Satu hal yang telat aku sadari, seharusnya perasaan ini tidak boleh kubiarkan terus menerus tumbuh di dalam hati seperti ilalang yang tak terurus. Namun, entah kenapa aku malah membiarkannya senantiasa tumbuh dan mengakar kuat sehingga mengisi seluruh rongga dadaku, dan membuatnya menjadi belukar yang sangat menakutkan.
Aku tak ingin sendirian.
      Lalu, ada suara yang membuatku berpaling. Suara yang terdengar begitu lembut, hangat dan menyejukkan hati. “Sudahlah Sif, hapus air matamu itu. Aku tidak ingin melihat air mata terjatuh di pipimu”. Aku menoleh dan menatap pemilik sorot mata itu. Pemilik mata yang dipenuhi dengan luapan cinta yang sangat tulus. Cinta yang mungkin tidak akan pernah kutemukan pada sosok yang lain.





Chapter 1

~ Datang lagi ~

            Barangkali banyak hal didunia ini yang memang selayaknya menjadi sebuah misteri saja. Sebaiknya ada beberapa misteri yang tidak perlu dipecahkan. Hari ini aku tahu, seharusnya kita jangan pernah bertemu lagi. Seharusnya kita tidak membicarakan hal ini. Sebab sudah lama aku mengubur perasaan ini untukmu. Sekian lama juga kita menjauh dan menghindari semua yang mungkin saja akan mengigatkanku pada sosok dirimu. Dan setelah sekian lama, ternyata waktu bisa mengubahnya dengan begitu cepat.
            Ferdi, seharusnya kita tidak usah bertemu lagi. Sudah seharusnya kau senang dengan hidupmu dan aku senang dengan kehidupanku yang baru. Sudah seharusnya juga aku menikmati apa saja yang telah kuperjuangkan sendiri. Namun, takdir berkata lain. Hanya satu hal yang aku inginkan saat itu Ferdi, aku ingin punya hidup yang baru. Lepas dari kehidupam seseorang yang tak menginginkanku lagi. Orang itu adalah kau, Ferdi. Sahabatku pernah berbicara kepadaku “ Jika orang yang kau cintai mengabaikanmu, bahkan mempermainkan perasaanmu. Sungguh dia tidak layak untuk kau sedihkan dan kau miliki, sebab dirimu jauh lebih berarti.” Itu adalah awal mula aku mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi didalam kehidupanku. Aku memang harus melepaskanmu dan merelakan dirimu bahagia bersama orang lain. Aku mencoba untuk menata dan merapihkan hidupku lagi. Mencoba merakit hati yang pernah kau sakiti oleh sikapmu sehingga terluka. Aku tidak akan membencimu, apalagi sampai menaruh dendam kepadamu. Aku tidak akan melalukan kejahatan yang sama. Karena apa yang telah kamu lakukan kepadaku akan kujadikan semuanya pelajaran untuk hidupku. Namun semenjak kau pergi, aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupku. Aku merindukanmu. Namun darinya aku belajar, bahwa mencintai orang yang mencintai kita jauh lebih baik dan menyenangkan.



Tunggu lanjutan yang berikutnya ya teman-teman. Terimakasih
        

2 komentar:

Novel

Prolog Ada sebuah peristiwa dimana aku tahu, semenjak itu terjadi, aku tidak akan lagi menemukan sebuah pagi yang indah Kau pa...